Headlines News :



Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Bisnis Pariwisata Bali Didominasi Asing


Denpasar, PODIUM - Bisnis pariwisata di Bali didominasi investor asing hingga 80 persen. Pemerintah dan investor lokal diharapkan segera melakukan langkah-langkah antisipasif.

Gemerlapnya parawisata di Pulau Dewata, ternyata tidak serta merta memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi perekonomian Bali, dan juga belum berdampak positip bagi kalangan miskin. 

"Ini sangat membahayakan bagi perekonomian Bali. Oleh karena itu investor lokal harus diperkuat," kata Ketua Kamar Dagang dan Indistri (Kadin) Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Alit, Sabtu 24 November 2012.

Menurut Anak Agung, manfaat ekonomi dari bisnis pariwisata di Bali selama ini hanya dirasakan pemilik modal asing, dan keuntunganya dibawa ke luar Bali.

"Jika hal ini terus dibiarkan, maka putera daerah hanya akan jadi penonton di daerahnya sendiri," kata Anak Agung, seraya berharap pemerintah segera mengeluarkan kebijakan yang lebih melindungi dan berpihak kepada pengusaha lokal.

Prof Wayan Ramantha, pengamat ekonomi dari Universitas Udayana, membenarkan kondisi yang disampaikan Anak Agung tersebut, dan mengatakan investasi asing di Bali setiap tahunya terus meningkat.

"Para investor asing seharusnya dipersempit gerakannya sehingga tidak mendominasi," kata Wayan.

Akan tetapi, lanjutnya, Pulau Dewata memang masih membutuhkan banyak penanaman modal untuk sektor pariwisata.


Tunggul Naibaho

Phuket, Bukan Hanya Pantai.


Phuket, PODIUM - Jika berlibur ke Phuket, Thailand, tentu siapapun akan segera berlari menuju Maya Bay, pantai yang terkenal keindahanya itu. Tetapi Phuket, bukan hanya pantai.

Pantai Maya Bay memang indah luar biasa, dibalut pasir putih dan berhias karang tebing karang yang sangat memesona.

Maya Bay memang termasuk salah satu pantai terindah di Asia, selain bentangan pasir putih, karang, airnya jernih, langitnya pun biru dan udara segarnya.

Menikmati matahari terbit hingga terbenam, sambil menatap ke depan pemandangan Kepulauan Phi Phi di kejauhan, tentu sulit dibayangkan.

Namun, Phuket bukan hanya pantai, dan Phuket tidak hanya Maya Bay belaka.

Masih banyak tempat wisata di kota Phuket, setidaknya ada 6 tempat yang patut untuk anda kunjungi ketika datang ke Phuket.


1. Air Terjun Phuket

Meski bukan sebagai air terjun terbesar di Thailand, air terjun Phuket tetap memiliki panorama lebih sebagai tempat rekreasi. Ada dua air terjun besar di Phuket, yaitu air terjun Ton Sai dan Bang Pae yang terletak di Taman Nasional Khao Praew Thaew atau 22 kilometer di sebelah utara Kota Phuket.


2. Phuket Temples
Wat Chalong adalah salah satu kuil terpenting Kota Phuket, bahkan setiap tahunnya seringkali dikunjungi oleh ribuan pengunjung dunia. Pada hari libur khusus, Wat Chalong biasanya dipenuhi banyak orang untuk melakukan sembahyang dan juga para pedagang makanan yang ikut meramaikan suasana.

Kurang lengkap rasanya jika Anda belum berkunjung ke candi-candi menarik lainnya di Pulau Phuket.

3. Kota Tua Phuket

Layaknya Jakarta, Kota Phuket juga memiliki bangunan-bangunan kuno peninggalan arsitektur kolonial Portugis dan etnik China di Kota Tua. Salah satu bangunan yang bisa Anda saksikan di Kota Tua Phuket adalah Restoran Sino.


4. Chalong Big Budha
Jika Anda beranjak ke wilayah selatan Phuket, maka akan menemukan patung Budha besar yang bernama Chalong Big Budha. Di samping patung setinggi 45 meter ini terdapat simbol gambar yang terbuat dari bahan kuningan. Biaya untuk membuat patung Budha Chalong memakan biaya sekitar 30 juta baht atau setara dengan Rp8,4 miliar.

Selain itu, bagi Anda yang ingin menyaksikan keindahan Kota Phuket bisa dilihat dari lokasi ini dimana letaknya memang berada di puncak perbukitan.



5. Pertunjukan Thai Boxing
Pertarungan di dalam area Thai Boxing Stadion Saphan Hin menjadi tontonan terpopuler bagi wisatawan dunia. Namun, bagi Anda yang ingin melihat latihan mereka (para petarung seni beladiri Thailand), coba kunjungi ke kawasan Pantai Patong di Kota Phuket.



6. Phuket Fantasea Show


Atraksi barisan gajah Thailand bisa Anda saksikan dalam event sirkus Phuket fanta Sea Show dimana setiap gajah menghadap kea rah yang sama sambil mengangkat satu kaki di atas pangung bergaya Las Vegas.
 
Gago

Bedah Naskah Tentang Prabu Siliwangi

Tokoh Prabu Siliwangi, dalam sebuah rekaan
Bandung, PODIUM - Sosok penguasa Tanah Sunda tempo dulu, Prabu Siliwangi, hingga kini masih penuh misteri. Legenda Raja Pajajaran itu lebih banyak diungkap melalui penuturan lokal dan bersifat lisan.

Karena itulah, Museum Sri Baduga Bandung menggelar bedah naskah kuno terkait Prabu Siliwangi dengan tema "Sri Baduga Dalam Kajian Sejarah, Filosofi dan Sastra Lisan" di Hotel Baltika, Kota Bandung, Rabu 31 Oktober 2012.

"Masyarakat Jawa Barat mengidentikan tokoh Prabu Siliwangi sebagai Sri Baduga Maharaja Raja Kerajaan Sunda. Ini akan coba dikaji oleh para ahli sejarah, filosofi dan sastra lisan, agar diperoleh data yang akurat dan lengkap," papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat,  Nunung Sobari MM di Bandung.

Nunung mengakui, data tentang Kerajaan Sunda atau Padjadjaran hingga kini belum banyak diketahui khalyak, bahkan oleh kalangan sejawaran sekalipun.

"Karena sosok Prabu Siliwangi ini lebih banyak diungkap dalam ceritera lokal atau legenda," jelas Nunung.

Saat ini, lanjutnya, sekitar 146 naskah kuno yang disimpan di museum sebagian besar ditulis di atas kertas media (bahan) kertas tradisional dan buatan pabrik. Ada juga yang menggunakan media daun lontar, nipah,  kayu serta logam tembaga, katanya.

Sedangkan penggunaan aksara naskah kuno koleksi Museum Sri Baduga  cukup beragam, yaitu Pranagari, Jawa Kuno, Sunda Kuno, Cacarakan, Arab (Pegon) serta Latin. Sementara bahasa yang digunakan Jawa Kuno, Sunda Kuno, Jawa Cirebon dan Arab.

Nunung memaparkan kekayaan naskah kuno yang dimiliki masyarakat Jawa Barat jumlahnya banyak dan beragam, yakni aksara, huruf, bahasa serta bahan. Akan tetapi, sebagian besar telah rusak  dan bahkan disinyalir hampir punah.

"Sebagian besar khazanah naskah kuno belumlah terpelihara secara baik serta belum digali kandungan isinya secara optimal sehingga upaya penelitian, pengkajian dan penyebarluasan perlu makin terus ditingkatkan termasuk melaksanakan kegiatan bedah naskah kuno," kata Nunung.

Salah satu program yang sedang yang kini dilaksanakan Balai Pengembangan Museum Negeri Sri Baduga yaitu Transliterasi dan  Reproduksi Naskah Kuno (Digitalisasi dan Penyalinan) melalui kegiatan peningkatan apresiasi permuseuman Jawa Barat.   

Tunggul Naibaho
 


SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Pengunjung

Copyright © 2011. Podium Interaktif - All Rights Reserved
Pasang IKLAN, email Ke: podiuminteraktifnews@gmail.com